(0331) 487550 ppid@uinkhas.ac.id

PPID UINKHAS

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi

UIN KHAS Jember Ikuti Forum Nasional Evaluasi SPAN-PTKIN dan Konsolidasi Promosi UM-PTKIN 2026

18 Mei 2026, 13:34  |  Atiyatul Mawaddah  |  48  |  Kategori :  Flash News
UIN KHAS Jember Ikuti Forum Nasional Evaluasi SPAN-PTKIN dan Konsolidasi Promosi UM-PTKIN 2026
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mengikuti Forum Nasional Evaluasi Promosi SPAN-PTKIN dan Konsolidasi Promosi UM-PTKIN 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Platinum Jakarta pada 12–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia dalam membahas penguatan promosi, perluasan akses pendidikan tinggi, serta peningkatan kualitas akademik dan daya saing lulusan PTKIN.

Forum yang dihadiri sekitar 58 PTKIN dari seluruh Indonesia tersebut dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Sahiron Syamsuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya konsolidasi dan inovasi promosi PTKIN agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan global.

“PTKIN memiliki kekuatan, baik secara nasional maupun internasional, sehingga layak menjadi pilihan masyarakat sebagai jembatan meraih kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Selain membahas strategi promosi penerimaan mahasiswa baru, forum tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa asing melalui penguatan promosi internasional PTKIN. Setiap kampus didorong menyiapkan materi promosi internasional, seperti video profil dan penguatan website institusi, guna memperkenalkan PTKIN di tingkat global.

Penguatan kualitas dosen PTKIN turut menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Program studi lanjut dan peningkatan kemampuan bahasa asing bagi dosen diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan PTKIN di masa mendatang. Selain itu, program visiting professor juga menjadi salah satu agenda strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan Islam Indonesia di tingkat global.

“Para profesor atau guru besar nanti akan diberikan kesempatan mengajar di kampus luar negeri,” tegasnya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Basnang Said, turut menekankan pentingnya penguatan integrasi keilmuan antara ilmu umum dan keagamaan. Ia mengajak PTKIN mengoptimalkan potensi pendidikan pesantren agar semakin banyak santri melanjutkan pendidikan tinggi di PTKIN tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah dibangun di lingkungan pesantren.

Sebagai bentuk perluasan akses pendidikan, jalur afirmasi santri juga didorong untuk diperkuat dalam penerimaan mahasiswa baru PTKIN. Jalur tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan pesantren untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Nyanyu Khodijah, menekankan pentingnya strategi promosi PTKIN yang lebih masif dengan memperluas jangkauan ke madrasah swasta dan pesantren, tidak hanya berfokus pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Menurutnya, PTKIN juga perlu memperkuat promosi berbasis prestasi, beasiswa, serta penguatan minat akademik guna menarik minat siswa dari madrasah unggulan. Untuk mendukung proses tersebut, kampus didorong menghadirkan Klinik PMB sebagai ruang pendampingan dan konsultasi bagi calon mahasiswa.

Dalam strategi jangka panjang, pembinaan calon mahasiswa juga diarahkan sejak siswa berada di kelas X dan XI agar mereka memiliki kesiapan lebih awal dalam merencanakan pendidikan tinggi di PTKIN. Selain itu, penguatan promosi melalui roadshow kampus, expo pendidikan, dan education fair dinilai penting agar PTKIN semakin dekat dengan masyarakat. Peran alumni sebagai duta kampus juga disebut memiliki kontribusi besar dalam memperkuat citra positif PTKIN.

Kepala Pusat Informasi Data dan PMB LPM Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Dr. Kun Wazis, S.Sos., M.I.Kom., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa strategi promosi yang dibahas dalam forum nasional tersebut sejalan dengan strategi “KHAS” yang diterapkan Tim PMB UIN KHAS Jember, yakni Kolaborasi, Harmoni, Adaptasi, dan Sinergi.

Menurutnya, strategi kolaborasi dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen kampus untuk menguatkan promosi UIN KHAS Jember sebagai *Moderate University* yang unggul dan menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa.

“Harmoni dilakukan dengan menyamakan persepsi seluruh civitas akademika agar saling bergandengan tangan membumikan UIN KHAS Jember sebagai kampus unggul pilihan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, strategi adaptasi diwujudkan melalui optimalisasi teknologi informasi dan media digital sebagai sarana memperkuat citra program studi unggul UIN KHAS Jember. Sementara strategi sinergi dilakukan melalui kerja sama eksternal bersama madrasah, pesantren, Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Strategi sinergi merupakan bentuk kerja sama yang saling memperkuat dalam meningkatkan PMB tahun 2026,” tambahnya.

Pada akhir kegiatan, Tim Promosi PMB UIN KHAS Jember yang diwakili Ketua Tim Kerja Humas, Nisa Rahmawati, turut mengikuti penyusunan rekomendasi dan tindak lanjut promosi UM-PTKIN 2026 yang dipaparkan oleh Zulfahmi.

Dalam pemaparannya, Prof. Zulfahmi menekankan pentingnya memperkuat dan mempromosikan nilai distingsi atau keunikan program studi dan PTKIN kepada masyarakat.

“Saatnya kita sibuk mengelola kepercayaan publik. Jika memilih kampus unggul, maka harus dipertegas unggul dalam bidang apa. Itu yang harus disampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Forum nasional tersebut juga menghasilkan pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN yang bertujuan memperkuat kolaborasi promosi penerimaan mahasiswa baru antarkampus PTKIN, sehingga peran global PTKIN, baik secara nasional maupun internasional, dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

: Berita Terkini
Sebelumnya Selanjutnya