Semangat hijrah dari sikap saling curiga menuju saling percaya yang disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah mendapat dukungan dari sivitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Nilai hijrah tersebut dinilai penting untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana memperbaiki kualitas diri dan memperkuat pengabdian kepada bangsa. Menurutnya, semangat hijrah tidak hanya bermakna perpindahan secara fisik, tetapi juga transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, dari perpecahan menuju persatuan dan dari sikap apatis menuju kepedulian terhadap sesama.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UIN KHAS Jember sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang terus mengembangkan budaya akademik yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menilai pesan yang disampaikan Menteri Agama memiliki relevansi kuat dengan tantangan kehidupan kebangsaan saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog yang sehat, memperkuat toleransi, serta membangun karakter generasi muda yang mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
"Momentum Tahun Baru Hijriah menjadi pengingat bahwa hijrah bukan hanya perpindahan dalam pengertian historis, tetapi juga perubahan menuju kualitas diri yang lebih baik. Nilai persaudaraan, saling percaya, dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Prof. Hepni menambahkan, UIN KHAS Jember selama ini terus berupaya menerjemahkan nilai-nilai tersebut melalui penguatan moderasi beragama, pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat, serta berbagai program pengabdian yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
Pesan Menteri Agama mengenai pentingnya membangun dialog dan merawat persaudaraan kebangsaan juga dipandang sebagai penegasan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk maju bersama. Sebaliknya, keberagaman merupakan modal sosial yang harus dikelola secara bijaksana demi terwujudnya kemaslahatan bersama.
Peristiwa hijrah Rasulullah SAW, yang menjadi dasar penanggalan Hijriah, memberikan pelajaran bahwa kemajuan peradaban dibangun tidak semata melalui kecakapan dan kekuatan, tetapi juga melalui persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang terus dihidupkan UIN KHAS Jember dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
Sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11, perubahan yang lebih baik harus dimulai dari diri sendiri. Melalui momentum Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, UIN KHAS Jember mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjadikan semangat hijrah sebagai energi bersama dalam memperkuat integritas, memperluas manfaat bagi sesama, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dengan semangat tersebut, Tahun Baru Hijriah tidak hanya menjadi pergantian kalender, tetapi juga menjadi momentum memperbarui tekad untuk menghadirkan kehidupan yang lebih harmonis, berkeadaban, dan penuh kepedulian terhadap sesama.