Sebanyak 50 aparatur sipil negara (ASN) dari unsur rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, dan berbagai unit kerja di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memperkuat kemampuan komunikasi dan sinergi kerja tim guna mendukung layanan administrasi dan keprotokolan yang semakin profesional. Penguatan tersebut dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung dalam dua sesi pada Kamis (11/6/2026) dan Jumat (12/6/2026).
FGD pertama dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 UIN KHAS Jember dengan menghadirkan Angga Wisudawan, S.Sos., M.Med.Kom. Sementara sesi kedua berlangsung di Bukit Langit Campventure Banyuwangi dengan narasumber Firma Yudha, M.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja kolaboratif di lingkungan kampus.
Pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi tentang public speaking yang tidak hanya berfokus pada teknik berbicara di depan umum, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan diri, memahami karakter audiens, serta menyampaikan pesan secara efektif.
Narasumber, Firma Yudha, M.Pd., menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap insan profesional.
“Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, memahami siapa audiensnya, serta membangun pengaruh melalui komunikasi yang efektif. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung terciptanya kerja sama yang lebih produktif di lingkungan organisasi.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai dasar public speaking, mulai dari membangun rasa percaya diri, menjaga postur dan bahasa tubuh, menciptakan kesan pertama yang baik, melakukan kontak mata, mengenali audiens, hingga mengendalikan rasa gugup dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Peserta juga mempelajari sebelas aspek penting dalam public speaking, di antaranya penggunaan suara diafragma, pengaturan volume dan tempo bicara, artikulasi, intonasi, aksentuasi, serta pemanfaatan media pendukung yang tepat. Selain itu, peserta diajak mempraktikkan teknik elevator pitch melalui pendekatan 4K, yakni kenalan, keahlian, kenapa, dan kontribusi.
Salah seorang peserta, Aulia Yuni Pratiwi, S.Pd., mengaku antusias mengikuti sesi praktik public speaking karena memberikan pengalaman baru dalam membangun komunikasi yang lebih efektif.
“Saya sangat menikmati sesi praktik public speaking karena tidak hanya melatih keberanian dan rasa percaya diri saat berbicara di depan banyak orang, tetapi juga mengajarkan bagaimana mengenali karakter audiens. Dari situ saya belajar bahwa pesan yang sama bisa disampaikan dengan cara yang berbeda sesuai dengan siapa yang kita hadapi,” katanya.
Menurut Aulia, kemampuan memahami audiens menjadi bekal penting dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan membangun komunikasi yang lebih humanis di lingkungan kerja.
Melalui FGD yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, para ASN UIN KHAS Jember diharapkan mampu memperkuat kompetensi komunikasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan administrasi dan keprotokolan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika maupun masyarakat.