UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mulai mempersiapkan langkah strategis menuju pemeringkatan perguruan tinggi internasional melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Ranking yang digelar di Café Rolas Jember, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB itu menghadirkan Ketua Tim Pemeringkatan Universitas Jember, Siti Masrifatul Fitriyah, sebagai narasumber utama. Rapat koordinasi tersebut diikuti pimpinan universitas serta unsur akademik yang terlibat dalam penguatan mutu dan publikasi ilmiah kampus.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat belajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban yang memberi dampak luas bagi kehidupan sosial.
“Saya kira perguruan tinggi tidak sekadar tempat belajar, meneliti, dan mengabdi, tetapi sebagai pusat peradaban untuk membuka kotak pandora demi memberikan manfaat kepada masyarakat banyak. Maka pemeringkatan ini menjadi sesuatu yang prioritas, bukan sekadar citra tetapi tentang mutu,” kata Prof. Hepni.
Menurut dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi saat ini salah satunya tercermin melalui pengakuan global dan posisi universitas dalam sistem pemeringkatan internasional.
“Perguruan tinggi akan kehilangan makna ketika tidak memiliki trust dari masyarakat. Salah satu indikator trust itu adalah pemeringkatan global,” ujarnya.
Prof. Hepni menilai langkah UIN KHAS Jember menuju pemeringkatan internasional harus dilakukan secara realistis dan bertahap. Ia mengakui kampus tidak mungkin langsung menembus posisi atas dalam waktu singkat.
“Sebagai langkah awal, tidak mungkin UIN KHAS Jember langsung melesat di ranking atas. Tetapi kita bisa memulai dari yang paling awal,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penguatan mutu perguruan tinggi terus dibahas dalam forum koordinasi antar pimpinan perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.
“Setiap dua bulan sekali pimpinan perguruan tinggi bertemu, terdiri dari 10 PTN dan 7 PTKIN se-Jawa Timur,” ujar Prof. Hepni.
Menurut dia, kehadiran narasumber dari Universitas Jember menjadi bagian penting dalam proses belajar kelembagaan, terutama dalam memahami tata kelola pemeringkatan universitas.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof. M. Khusna Amal mengatakan universitas akan segera membentuk tim khusus atau task force pemeringkatan melalui surat keputusan rektor.
“Rencana pemeringkatan UIN KHAS Jember segera dimulai tahun ini. Kita bergerak cepat memilih tim task force terkait pemeringkatan,” ujarnya.
Menurut Prof. M. Khusna Amal, kampus memilih jalur QS World University Rankings sebagai target awal penguatan reputasi internasional. Salah satu syarat dasar untuk masuk dalam sistem tersebut adalah memiliki minimal 100 publikasi terindeks Scopus dalam lima tahun terakhir.
Ia menyebut UIN KHAS Jember saat ini telah memiliki sekitar 206 publikasi terindeks Scopus sehingga telah memenuhi batas minimal persyaratan awal.
“Yang dibutuhkan berikutnya bukan hanya jumlah publikasi, tetapi juga kualitas, termasuk publikasi top tier,” katanya.
Prof. M. Khusna Amal mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap percepatan program pemeringkatan tersebut.
“Full support dari kami, harapannya bisa tim tank force bisa full speed. Insya Allah langkah-langkahnya akan disusun secara matematis bersama Pak Furqon dan narasumber, dilanjutkan dengan pembagian tugas serta penyiapan data,” ujarnya.
Ia menargetkan proses submit awal ke QS dapat dilakukan pada 2026.
Dalam rapat koordinasi yang untuk pertama kalinya digelar itu, pembahasan difokuskan pada materi “UIN KHAS QS WUR and Sustainability: University Eligibility for the Rankings”. Sejumlah tahapan teknis menuju QS World University Rankings dipaparkan secara rinci, mulai dari penyiapan identitas kelembagaan hingga strategi membangun reputasi akademik internasional.
Salah satu poin penting yang dibahas ialah penyiapan maksimal 400 kontak akademisi dan 400 employer yang akan digunakan dalam survei reputasi akademik dan reputasi lulusan oleh QS.
Dalam mekanisme tersebut, QS akan menyebarkan survei kepada kontak yang diunggah universitas dalam rentang September hingga Maret setiap tahunnya. Karena itu, kampus diminta mulai membangun jejaring akademik sejak dini, termasuk dengan menghadirkan narasumber asing dan pembicara internasional ke lingkungan kampus.
Selain penguatan reputasi akademik, peningkatan publikasi ilmiah dosen menjadi perhatian utama. Dalam forum tersebut dibahas rencana memasukkan target publikasi Scopus program studi ke dalam kontrak kinerja bersama rektor.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, pimpinan UIN KHAS Jember optimistis langkah awal menuju pemeringkatan internasional itu akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing perguruan tinggi Islam negeri di tingkat nasional maupun global.
:
Berita Terkini